Pernahkah kita bermimpi memiliki uang sebanyak satu milyar?
kita BISA! Asalkan kita memiliki rencana yang
matang, serta menjalankannya secara dispilin dan konsisten.
Dalam kesempatan ini, perkenankan saya sharing sedikit
mengenai cara membuat rencana keuangan.
Selumnya, saya minta Anda men-download file rencana
yang sudah di sediakan. File ini besarnya 80kb dan dapat
dibuka dengan menggunakan aplikasi Excel. Link untuk melakukan
download adalah:
http://www.keuanganpribadi.com/dl/plan.zip
Dari tabel rencana yang sudah di buatkan, kita dapat
melihat berapa jumlah uang yang perlu kita tabung setiap
bulannya untuk memiliki uang sebesar Rp. 1.000.000.000,-.
Kita dapat melihat dari tabel rencana saya, bahwa untuk
memiliki uang sebanyak satu milyar, kita cukup secara
disiplin menabung sebesar Rp. 126.076,- per bulannya selama 50
tahun dalam tabungan yang tingkat suku bunganya 8%.
Terlalu lama? Benar! Untuk tabungan jangka panjang dan dalam
jumlah besar, tidaklah bijaksana menggunakan produk tabungan
biasa. Akan lebih menguntungkan apabila kita menggunakan uang
kita untuk membeli produk investasi.
Dengan target jumlah tabungan yang sama, tetapi dengan
mempergunakan produk investasi reksa dana saham yang secara rata-rata
memberikan return sebesar 20%, kita dapat menjadi milyuner dengan
menyisihkan Rp. 117.851,- setiap bulannya selama 25 tahun! Waktu
yang diperlukan adalah dua kali lebih cepat! (Perlu diperhatikan
disini bahwa reksa dana saham mengandung resiko. Pengetahuan
terhadap produk reksa dana MUTLAK DIPERLUKAN sebelum berinvestasi.)
Tentunya target dari setiap orang berbeda-beda. Mungkin saja kita ingin
memiliki 2M, 5M atau bahkan 10M. Atau barangkali 500 juta saja sudah
cukup untuk kita. Rencana yang sudah kita download dapat menghitungkan
jumlah yang perlu kita tabung untuk mencapai target kita.
Silahkan ganti angka Rp.1.000.000.000,- pada sheet sesuai dengan
kebutuhan kita.Secara otomatis Excel akan menghitung ulang jumlah
yang diperlukan untuk mencapai target baru.
Kita tinggal memilih berapa lama jangka waktu dan berapa suku
bunga produk tabungan yang kita gunakan. Dari tabel kita dapat
melihat berapa jumlah uang yang perlu kita sisihkan setiap bulannya.
Kita tinggal menjalankan rencana dengan disiplin dan konsisten,
Kita akan menjadi milyuner!
Sumber : David Ciang
CARA MENJADI MILYUNER
APAKAH TABUNGAN KITA BISA MEMBUAT KITA SEMAKIN KAYA?
Hari ini saya hendak berbagi sedikit mengenai tabungan. Kita semua
tahu kalau kita menabung di bank, maka kita akan mendapatkan bunga
sehingga semakin lama jumlah tabungan kita akan semakin bertambah.
Sekarang saya ingin mengajak Anda untuk berpikir sedikit
lebih kritis, apakah kita bertambah kaya dengan bunga
yang kita dapatkan dari bank?
Anggap saja sekarang kita punya uang sebanyak sepuluh
juta rupiah (Rp. 10.000.000,-). Uang ini kita tabung
ke dalam deposito berjangka 1 tahun dengan bunga 8%. Apabila
kita hitung secara sederhana, di tahun mendatang jumlah uang
tabungan kita akan bertambah menjadi Rp. 10.800.000,-.
Pertanyaannya adalah: Apakah kita bertambah kaya?
Apabila kita hanya melihat dari angka nominal,
Jawabannya adalah BENAR. kita makin kaya. Alasannya
adalah jumlah uang kita bertambah sebesar delapan
ratus ribu rupiah (Rp. 800.000,-).
Sekarang mari kita lihat dari aspek real. Anggap saja pada tahun
ini harga satu kotak rokok adalah sepuluh ribu rupiah
(Rp. 10.000,-). Dengan uang sebesar sepuluh juta rupiah,
pada saat ini kita dapat membeli 1.000 kotak rokok.
Pada tahun berikutnya, jumlah uang kita bertambah
menjadi Rp. 10.800.000,-. Di sisi lain, harga rokok juga naik,
katakanlah menjadi Rp. 11.000,-. Jadi dengan jumlah uang
kita pada saat itu, kita hanya bisa
membeli 981 kotak rokok. Lebih sedikit 19 kotak dibandingkan
dengan sekarang.
Kembali ke pertanyaan semula:
Apakah kita bertambah kaya?
Jawabannya adalah TIDAK.
Sebab jumlah barang yang bisa kita beli dengan uang kita justru semakin sedikit.
---------------
HOT TIPS :
---------------
Dalam memilih produk tabungan, kita juga perlu
turut memperhitungkan inflasi. Bunga dari tabungan kita
harus lebih tinggi dari tingkat inflasi. Apabila tidak, maka
kita akan menjadi semakin miskin.
Sumber : David Ciang
POLA PIKIR ORANG KAYA
Pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini
sangat digemari oleh banyak orang karena kisah heroiknya yang
merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan
hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.
Apabila kita melihat dari sisi radikal, tingginya popularitas
dari Robin Hood ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang
merasa bahwa dunia ini tidak adil karena orang-orang yang kaya
bisa memiliki uang begitu banyaknya. Memang fakta menunjukkan
bahwa sebagian besar uang yang beredar ini dikuasai oleh hanya
sebagian kecil dari masyarakat.
Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi dunia apabila
Robin Hood berhasil mengumpulkan semua uang yang ada dan
membagikannya secara merata ke semua orang? Sekilas dunia
tampak lebih indah. Tidak ada lagi orang kaya, dan tidak ada
lagi orang miskin. Semua orang hidup dengan kemakmuran yang
sama.
Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit
Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas.
Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara
merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan.
Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.
Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian
besar uang yang ada.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang
mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada
akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir "Enaknya uang ini
digunakan untuk membeli apa ya?". Kemudian uangnya dihabiskan
untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang.
Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan,
mereka kembali menjadi miskin.
Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir
bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatang-
kan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk
membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpul-
kan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.
Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang
yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang
lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan
menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.
Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan
secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar
kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa
menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan
sendirinya.
Mari kita bersama-sama mengembangkan diri
kita dengan cara mempelajari pola pikir orang kaya, dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.
Sumber : David Ciang
HARD WORKER vs SMART WORKER
Pada kesempatan kali ini, perkenalkan saya sharing sedikit mengenai
HARD WORKER dan SMART WORKER.
Tentunya kita sudah mengerti tentang arti HARD WORKER atau pekerja
keras. Para pekerja keras percaya bahwa semakin giat dan semakin
banyak waktu yang mereka habiskan untuk bekerja, maka kan semakin
banyak hasil yang mereka dapatkan.
Akibatnya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk
bekerja. Mereka bahkan bersedia bekerja lembur, sehingga seringkali
mereka kekurangan waktu untuk hal-hal lainnya seperti untuk rekreasi,
keluarga ataupun kepentingan pribadinya sendiri. Bahkan sangking
sibuknya mereka bekerja, mereka sampai tidak sempat lagi memikirkan
apakah yang sedang mereka lakukan ini adalah hal yang terbaik untuk
mereka atau tidak. Mereka tidak sempat membuat rencana untuk masa
depan mereka. Dan waktu berjalan cepat bagi para pekerja keras. Tidak
terasa mereka sudah menjadi tua, tidak bisa bekerja lagi. Apa yang terjadi
pada mereka?
Memang ada contoh-contoh menarik di tengah masyarakat bahwa
pekerja keras berhasil menjadi tokoh-tokoh besar, menjadi pemimpin
perusahaan, menjadi orang kaya. Sayangnya hal ini hanya terjadi pada
sebagian kecil dari pekerja keras. Sebagian besar pekerja keras akan
menemukan bahwa kehidupan mereka tetap segitu-segitu saja sampai
mereka tua. Bahkan di masa tuanya pun mereka harus tetap bekerja
untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Karena mereka TERLALU SIBUK BEKERJA. Mereka setiap harinya
hanya bekerja, bekerja, dan bekerja.
Coba kita pikirkan kembali. Apakah benar kita bisa kaya hanya dengan
menjadi HARD WORKER?
Coba kita perhatikan bos-bos dan orang-orang kaya disekitar kita.
Apakah mereka pekerja keras? Apakah mereka menghabiskan seluruh
waktu mereka untuk bekerja sehingga mereka tidak punya waktu lagi
untuk keluarga, untuk bersenang-senang ataupun untuk hal-hal
pribadi lainnya?
TIDAK.
Kebanyakan mereka bukan tipe HARD WORKER. Mereka adalah
tipe SMART WORKER. Mereka tahu bahwa mereka tidak perlu
mengerjakan segala hal untuk menjadi kaya. Mereka cukup
membuat rencana, mengerjakan hal-hal kunci
dan kemudian... secara ajaib sistem dan uang akan bekerja untuk mereka.
Apa perbedaan utama dari HARD WORKER dengan SMART WORKER?
Perbedaan yang paling besar adalah SMART WORKER memiliki
PENGETAHUAN. Pengetahuan yang tidak diajarkan pada HARD WORKER.
Pengetahuan ini biasanya hanya diturunkan ke keluarga atau
kerabat dekat, dari mulut ke mulut. Dengan pengetahuan inilah mereka
dapat mengelolah kekayaan mereka sehingga semakin
hari mereka menjadi semakin kaya.
---------------
LESSON
---------------
HARD WORKER hanyalah istilah keren pada era industri, disaat
tenaga kerja manusia sangatlah dibutuhkan oleh pabrik-pabrik
untuk membuat produk-produknya. Pada jaman ini, manusia bisa
menjadi kaya hanya dengan bekerja keras.
Sekarang era sudah berganti menjadi era informasi, dimana
tenaga manusia bisa digantikan oleh mesin, robot atau komputer.
Sekedar bekerja giat saja sudah tidak cukup lagi untuk menjadi
kaya.
Di jaman sekarang, siapa yang menguasai
paling banyak pengetahuan,
dialah yang menang.
Sumber : David Ciang
